Selamat pagi teman
Di hari yang cerah ini saya mencoba mengetengahkan keberuntungan seseorang dari membaca sholawat,ingat keberuntungan bukan hanya di ukur secara finansial tapi juga berkaitan dengan kebahagiaan hidup.Ok deh mari kita lanjutkan kisah yang sangat menakjubkan ini.
Di sebuah desa ada 2 orang yang bertetangga yaitu seorang sufi yang 'alim dan seorang pemuda yang hidupnya penuh kema'siyatan.2orang ini senantiasa bertentangan tidak terhitung berapa banyak sang sufi menasehati sang pemuda untuk kembali ke jalan Allah dengan meninggalkan kema'siyatan yang selama ini dia lakukan,dan sebanyak itu pula sang pemuda menolak juga berbalik mengumpat sang sufi karena terlalu ikut campur dalam urusan hidupnya.Singkat kata sang pemuda tidak berubah sedikitpun dan tetap melakukan kebiasaannya yaitu judi,mabuk2an juga bermain wanita,hingga di suatu hari ketika sang pemuda berada di tempat ma'siyat,sang pemuda merasa dadanya sesak sekali hingga kesulitan untuk bernapas hingga pada akhirnya pemuda tersebut menghembuskan nafas terakhirnya di tempat ma'siyat.Setelah beberapa hari pemuda itu meninggal pada suatu malam sang sufi bermimpi bertemu dengan si pemuda tapi aneh nya si pemuda kelihatan bahagia dan duduk di atas singgasana yang bertabur emas permata yang sangat mewah.Di sini sang sufi merasa heran dan bertanya"Ya fulan kenapa dan bagaimana anda bisa mendapatkan singgasana yang mewah ini seharus nya anda mendapat siksa karena perbuatan anda semasa hidup selalu bergelimang dosa.Atau anda mempunyai suatu amalan yang bisa menyebabkan anda begini?"jawab si pemuda"tidak ya syech saya tidak punya amalan apapun,sungguh saya juga merasa heran apa sebabnya saya mendapat anugrah yang begitu besar ini."mungkin ada sesuatu yang pernah anda kerjakan sewaktu hidup anda?Tanya sang sufi kembali.Dan si pemuda pun berusaha mengingatnya"Ya syech seingat saya,saya tidak pernah mengerjakan 1 amalan pun atau kebaikan tapi saya ingat dulu ketika saya akan berangkat berma'siyat saya lewat ke depan sebuah surau dan jamaah surau tersebut sedang membaca sholawat nabi dan saya waktu itu berhenti dan duduk di serambi surau sambil mengikuti bacaan sholawat dengan di keraskan.Saya rasa hanya itu amalan yang saya kerjakan selama hidup saya."Subhanallah mungkin itulah yang menyebabkan anda mendapat anugrah yang begini besar"ucap sang sufi.Kemudian sang sufi terbangun seraya membaca tasbih berulang-ulang.
Para pembaca dengan sepenggal kisah di atas kita bisa menarik kesimpulan bahwa jangan menyia-nyiakan kesempatan selama hidup kita juga teruslah bersemangat untuk beribadah mendekatkan diri kepada Allah dan terus berusaha membuktikan rasa cinta kita kepada baginda rasul dengan terus membaca sholawat juga mengikuti sunnah2Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar